Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 11 Juli 2013

Hubungan Antara Makhluk Hidup Dengan Lingkungannya


.
1.      A. Hubungan antara hewan dengan tumbuhan.
      Sapi ( hewan ) membutuhkan rumput atau tumbuhan untuk makannya. Dan untuk bernafas sapi membutuhkan Oksigen. Oksigen di hasilkan oleh tumbuhan pada saat berfoto sintesis. Pada proses fotosintesis, tumbuhan membutuhkan gas karbon dioksida. Karbon dioksida di hasilkan dari pernapasan hewan, tumbuhan dan alam.
     Di samping itu untuk keseburuannya tumbuhan memerlukan zat-zat menieral yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Zat-zat mineral tersebut ada yang berasal dari penguraian kotoran sapi atau bangkai hewan mati.
Dari uraian di atas tersebut, jelas terlihat bahwa antara hewan dan tumbuhan terdapat hubungan yang saling membutuhkan. Hewan membutuhkan tumbuhan dan tumbuhan pun membutuhkan hewan.
2.   B.    Hubungan Makhluk Hidup dengan Lingkungannya.
     Kelompok makhluk hidup yang berbeda dan hidup pada suatu tempat akan membentuk komunitas. Misalnya, di dalam komunitas sawah terdapat kelompok makhluk hidup, seperti padi, rumput, tikus, belalang, siput, elang, dan ular. Makhluk hidup akan menjalin hubungan saling ketergantungan antarmakhluk hidup di dalam komunitas. Selain itu, makhluk hidup juga akan menjalin hubungan dengan lingkungannya. Lingkungan ada dua macam, yaitu lingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Lingkungan biotik merupakan lingkungan yang terdiri atas makhluk hidup. Misalnya, hewan, tumbuhan, dan manusia. Lingkungan abiotik adalah lingkungan yang terdiri atas benda-benda tak hidup. Misalnya, air, batu, pasir, udara, cahaya matahari, dan tanah. Makhluk hidup sangat bergantung kepada lingkungannya. Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya akan membentuk ekosistem. Jadi, apabila kita menyebut ekosistem sungai, maka berarti di dalamnya terdapat ikan, tumbuhan, air, plankton, cahaya matahari, dan udara. Namun, apabila kita menyebut kominutas sungai, maka hanya terdapat ikan, tumbuhan, dan plankton, tanpa melibatkan air, cahaya matahari, dan udara.
      Rantai makanan tidak akan terputus selama semua mata rantai tersedia. Misalnya, rantai makanan di hutan akan terus terbentuk jika ada rumput, rusa, dan harimau. Jika tidak ada rumput, maka rusa akan kelaparan dan kemudian mati. Jika rusa banyak yang mati, maka harimau menjadi kelaparan. Hal ini membahayakan Keselamatan  hewan ternak dan manusia yang tinggal di tepi hutan. Jika harimau banyak yang mati, maka jumlah rusa tidak terkendali. Hal ini bisa menyebabkan kelaparan karena rumput yang tersedia tidak mencukupi. Jadi, setiap perubahan lingkungan berpengaruh terhadap berlangsungnya kehidupan.
     Contoh lain hubungan makhluk hidup dengan lingkungannnya adalah antara tumbuhan dan cacing. Cacing adalah hewan yang hidup di dalam tanah. Makanan cacing berupa daun-daun yang telah membusuk. Untuk memperoleh makanannya, cacing membuat lubang-lubang di dalam tanah. Tanpa disengaja, lubang-lubang tersebut memudahkan udara dan air masuk ke dalam tanah. Jadi, cacing sangat membantu dalam penggemburan dan penyuburan tanah. Tanah yang subur sangat diperlukan tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.
Tumbuhan yang yang baik akan menghasilkan makanan yang berkualitas. Makanan yang berkualitas sangat diperlukan manusia. Setiap  makhluk  hidup  membutuhkan   lingkungan    yang  sehat     sebagai Tempat  tinggalnya.  Ikan  di  sungai   membutuhkan  air   sungai yang bersih dan tidak tercemar. Harimau, gajah, ular, dan hewan hutan lain  membutuhkan.
3.      Pengaruh Perubahan Lingkungan.
   lingkungan hutan yang alami, hijau, dan rimbun. Tumbuhan di hutan  membutuhkan keadaan lingkungan dengan suhu, sinar matahari, dan   hujan yang cukup untuk pertumbuhannya. Lingkungan dapat berubah   menjadi buruk karena beberapa hal, seperti pencemaran dan kebakaran hutan.
a.       Pencemaran
Pencemaran dapat terjadi di lingkungan darat, air, dan udara. Pencemaran di darat bisanya menyebabkan tanah tidak subur. Akibatnya tanah tidak dapat ditanami. Pencemaran air merusak kehidupan di air. Tumbuhan, ikan dan semua makluk hidup yang tinggal di air akan mati. Pencemaran udara dapat menimbulkan penyakit saluran pernapasan. Pencemaran yang sering kita jumpai adalah pencemaran air, contohnya sungai. Pencemaran sungai biasanya disebabkan oleh limbah kimia dan sampah yang dibuang ke sungai. Limbah kimia yang dibuang ke sungai menyebabkan kehidupan di sungai terganggu. Bahkan bisa menyebabkan jenis makhluk hidup tertentu musnah.
Selain limbah, adanya sampah menyebabkan aliran sungai menjadi tidak lancar. Jika hujan turun, maka air dalam sungai akan meluap karena alirannya tidak lancar. Hal ini dapat menyebabkan bencana banjir. Banjir merusak lingkungan. Akibat banjir, kehidupan makhluk hidup terganggu.
b.      Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan mengancam banyak kehidupan di hutan. Pohon pohon yang terbakar akan kering dan mati. Begitu pula dengan hewanhewan hutan, mereka akan kehilangan tempat tinggal dan sumber makanan. Manusia perlu memelihara dan melestarikan hutan dengan baik karena hutan berguna untuk mencegah terjadinya banjir dan erosi serta sebagai tempat tinggal hewan. Sebagai pencegah banjir, hutan akan menyerap air hujan yang turun untuk disimpan dalam tanah. Di tempat-tempat tertentu, air akan keluar sebagai mata air. Jika air hujan jatuh di tanah yang gundul, maka aliran air tidak ada yang menahannya. Akibatnya, bila hujan deras, dapat terjadi banjir.
Untuk menghindari semua itu, kita dilarang menebang pohon-pohon di hutan secara liar dan melakukan pembakaran hutan. Selain menimbulkan bahaya banjir, pembakaran hutan dapat menimbulkan asap yang mengganggu manusia, hewan, dan lingkungan sekitarnya. Asap juga dapat mengakibatkan penglihatan dan pernapasan menjadi terganggu.

0 komentar:

Poskan Komentar